Minggu, 27 April 2014

Please, don't Ngorok!!


source : jurukunci.net
Ngedenger suara orang ngorok kalo mau tidur itu, kayak ngedapet kiriman paket dari kantor pos tapi setelah dibuka isinya sempak bekas. Acem. Herannya, hidupku gak bisa terpisah sama orang-orang yang seperti ini. 

Contohnya aja, kalo di rumah, ada adikku yang suka ngorok, kebetulan kamar dia bersebelahan dengan kamarku, jadi kalo dia ngorok suara ngorokannya pun bakal kedengeran, alhasil selama di rumah aku suka tidur di depan TV. 

Waktu ngekost di SMA, ada bapak kost yang suka ngorok. Ini lebih hebat lagi, suara ngorokannya lebih kuat dari suara trompet drumband, padahal jarak antara kamarku dengan kamar bapak kost cukup jauh, alhasil aku harus tidur lebih cepat dari dia. 

Dasar Nyamuk!!!



source : nyunyu.com
Di postingan blog kali ini, aku pengen ngasih tau kalian semua kalo belakangan ini, selain menggeluti rutinitas sebagai mahasiswa, aku  mempunyai pekerjaan baru yang tak kalah pentingnya, yaitu menjadi pemburu nyamuk. 

Biasanya satu jam sebelum tidur malam, aku harus bertempur melawan nyamuk-nyamuk yang berkeliaran di kamar. Herannya ini nyamuk kok gak ada abisnya. Tiap satu nyamuk terbunuh, gak berapa lama bakal muncul beberapa nyamuk lagi dan begitulah seterusnya. Hingga kadang aku harus tidur sampai jam 2 malam, itupun ketika tidur tetap aja digigit nyamuk. Dasar Nyamuk!

Ciri-ciri Kopekologi


Sumber image : nurBILDER.com
Berhubung sebentar lagi para mahasiswa akan disibukkan dengan ujian akhir semester. Untuk itu aku mau ngeshare tentang tingkah laku orang-orang yang mengopek atau istilah kerennya kopekologi waktu ujian berlangsung. 

Ketika ujian, kopekologi biasanya dilakukan oleh orang yang belum yakin atau percaya diri akan kemampuan yang dimiliki. Dengan harapan ingin mendapatkan nilai bagus, kopekologi dijadikan ajang diri untuk melatih kepekaan tehadap gerak-gerik yang dilakukan pengawas. Alhasil, banyak hal-hal yang terlihat agak berbeda pada orang yang melakukan kopekologi, sehingga secara tidak langsung kita dapat mengetahui apakah seseorang itu melakukan kopekologi atau tidak.
 
Menurut identifikasi dan pengamatan selama ini, ciri-ciri orang yang melakukan kopekologi itu sebagai berikut : 

Perpindahan


source : kaskus.co.id
Membaca pemberitahuan salah satu teman kuliah saya di facebook yang katanya ‘Semester depan sudah tidak lagi bisa bersama, karena ia akan pindah kuliah’ membuat saya jadi pengen menulis review salah satu bab dalam buku ‘Manusia Setengah Salmon’ karya Radityadika, yang menurut saya pribadi banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah ‘perpindahan’. 

Dalam buku tersebut, tepatnya pada bab terakhir, Radityadika menulis sebuah rangkaian kata-kata yang sangat indah penuh makna. Ia menuliskan bahwa ‘Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. Kita hidup diantaranya’ kemudian pada halaman berikutnya ia juga menuliskan ‘Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti’.

Sabtu, 26 April 2014

Tentang Kepergian

Source : giasha.blogspot.com
 Tahun 2014 ini aku mencoba untuk tidak mengulang kesalahan di masa lalu. Pengalaman di tahun-tahun sebelumnya kayaknya udah cukuplah buat dapetin pelajaran dari setiap kejadiannya. Itung-itung buat modal untuk jadi orang yang lebih dewasa, baik dalam bersikap ataupun dalam segala hal. Lagian malu juga sama umur yang bentar lagi memasuki kepala 2, kalo sikap masih gini-gini aja kan bakal gak sinkron sama bulu-bulu yang udah pada mulai tumbuh di bagian wajah.

Hal yang paling buat nyesek pada tahun 2013 lalu adalah disana aku cukup banyak mengalami yang namanya kepergian. Kepergian dari orang-orang terdekat, kepergian dari orang yang dikenal, kepergian dari orang yang baru dikenal, bahkan kepergian dari orang yang mau diajak kenalan. Kasian yah.

Oh.. Namanya Lilis (2)

Meskipun lilis menjawab pertanyaanku namun sodoran tangan yang kuhaturkan tidak dibalas olehnya. Ia merapatkan kedua telapak tangannya pertanda penyampaian pesan mohon maaf (bukan muhrim) kira-kira seperti itu. 

Sementara bg Wendy mendadak heboh sendiri, ia seolah-olah ingin menyomblangi aku dengan si Lilis. Ia tiba-tiba memuji-ku di depan Lilis, padahal bg Wendy sendiri jumpa denganku juga baru sebanyak 2 kali saja, tapi ketika itu rasa-rasanya ia begitu sangat mengenalku, ia seperti menjadi orang yang paling mengetahui tentangku bahkan melebihi dari Mama-ku sendiri, atau jangan-jangan aku memang terlahir dari rahimnya. Ntahlah.

“Lis.. Si Arif ini orangnya blablabla, udah gitu dia suka blalabla, dia juga rajin blabala, pokoknya kalau sama dia akan blablabla....” ucap bg Wendy memujiku setinggi langit.
Mendengar penjelasan bg Wendy mengenai diriku, Kak Wenda dan Lilis kembali tersenyum. Namun, tidak denganku yang selalu menyangkal setiap pujian dari bg Wendy.

Oh.. Namanya Lilis (1)

2 Bulan yang lalu abangnya abang kost ku datang ke kosan. Rencananya dia mau belanja dan liburan keliling Medan. Sebenarnya selain untuk liburan dan belanja, tujuannya ke sini adalah untuk menghabiskan uang, karena diakuinya selama ini dia agak kesulitan dalam menghabiskan uang hasil kerjanya.

Sebut saja nama abang yang ku maksud itu, Wendy. Sebelum kedatangan bg Wendy ini, jujur saja aku tidak suka pergi kemana-mana, paling hanya ke kampus, kampus, dan kampus. Namun kedatangan bg Wendy merubah segalanya, dia membawa pengaruh yang cukup besar dan signifikan dalam hidupku, sebab karnanyalah aku menjadi pergi kemana-mana, salah satunya pergi ke kampus (lagi).