![]() |
| source : kaskus.co.id |
Membaca pemberitahuan
salah satu teman kuliah saya di facebook yang katanya ‘Semester depan sudah
tidak lagi bisa bersama, karena ia akan pindah kuliah’ membuat saya jadi pengen
menulis review salah satu bab dalam buku ‘Manusia Setengah Salmon’ karya Radityadika,
yang menurut saya pribadi banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah ‘perpindahan’.
Dalam buku tersebut, tepatnya pada bab terakhir, Radityadika menulis sebuah
rangkaian kata-kata yang sangat indah penuh makna. Ia menuliskan bahwa ‘Hidup
sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya.
Kita hidup diantaranya’ kemudian pada halaman berikutnya ia juga menuliskan
‘Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal
yang pasti’.
Dan setelah saya
merenungkan sejenak, ternyata hidup ini memang seperti itu, penuh dengan
perpindahan. Tidak hanya radityadika, saya, dan pasti diantara kalian juga
pernah mengalami hal yang sama, perpindahan. Pindah rumah, pindah sekolah,
pindah kost dan tidak sedikit juga yang mengalami pindah gebetan. Pada halaman
yang sama radityadika juga menuliskan, ‘Kalau pindah diidentikkan dengan
kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya’ that right.
Setiap perpindahan
pasti mengharuskan kita melakukan sebuah pengorbanan, jauh dari orang yang kita
sayangi juga adalah sebuah pengorbanan. Contohnya, bagi yang melanjut
pendidikan ke luar kota, tentunya juga sudah tau keputusan yang diambil akan
menyebabkannya jauh dari orangtua, jauh dari tempat-tempat yang mungkin sebelumnya
pernah membuatnya terkesan.
Saya jadi teringat, salah satu teman saya ketika
SMA terpaksa harus pindah dari kostnya karena kamar kost yang ditempatinya
bersebelahan dengan kandang ayam. Yah, dengan terpaksa, sebab perlakuan bapak
dan ibu pemilik kost tersebut sangat baik sekali kepadanya, berbeda dengan
pemilik kost ditempat yang baru setelah ia pindah. Tetapi itu semua sudah
merupakan keputusannya, dan mungkin ketika ia tetap bertahan ditempat yang lama
ia juga akan merasakan ketidaknyaman, dan lebih daripada itu bisa saja ia akan
sering bolak-balik ke rumah sakit demi mencegah terjangkitnya virus flu burung.
That is sacrifice.
Saya sendiri juga
mengalaminya, seperti dalam waktu ini, saya harus pindah tempat kost ke kost
yang baru, karena fakultas tempat saya kuliah dialihkan ketempat yang lain. Artinya
mau tidak mau perpindahan itu mengharuskan saya berpisah dengan para senioran
saya ketika dikost lama, yang mungkin selama saya tinggal disana banyak
kenangan yang saya rasakan. Akhirnya, Kita tidak akan pernah tau, setiap
perpindahan yang kita lakukan apakah membawa kita kepada keadaan yang lebih
baik, lebih menyenangkan atau malah sebaliknya.
Tapi kembali
seperti yang dituliskan radityadika, bahwa ‘Untuk melakukan pencapaian lebih,
kita tidak bisa hanya bertahan ditempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih
baik yang didapatkan tanpa melakukan perpindahan’. Yah, Saya rasa kata-kata
yang dituliskan Radityadika sudah cukup jelas, dan semoga kata-kata ini dapat
menginspirasi kalian semua, terlagi saya sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar