Minggu, 27 April 2014

Perpindahan


source : kaskus.co.id
Membaca pemberitahuan salah satu teman kuliah saya di facebook yang katanya ‘Semester depan sudah tidak lagi bisa bersama, karena ia akan pindah kuliah’ membuat saya jadi pengen menulis review salah satu bab dalam buku ‘Manusia Setengah Salmon’ karya Radityadika, yang menurut saya pribadi banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah ‘perpindahan’. 

Dalam buku tersebut, tepatnya pada bab terakhir, Radityadika menulis sebuah rangkaian kata-kata yang sangat indah penuh makna. Ia menuliskan bahwa ‘Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. Kita hidup diantaranya’ kemudian pada halaman berikutnya ia juga menuliskan ‘Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti’.

Dan setelah saya merenungkan sejenak, ternyata hidup ini memang seperti itu, penuh dengan perpindahan. Tidak hanya radityadika, saya, dan pasti diantara kalian juga pernah mengalami hal yang sama, perpindahan. Pindah rumah, pindah sekolah, pindah kost dan tidak sedikit juga yang mengalami pindah gebetan. Pada halaman yang sama radityadika juga menuliskan, ‘Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya’ that right.

Setiap perpindahan pasti mengharuskan kita melakukan sebuah pengorbanan, jauh dari orang yang kita sayangi juga adalah sebuah pengorbanan. Contohnya, bagi yang melanjut pendidikan ke luar kota, tentunya juga sudah tau keputusan yang diambil akan menyebabkannya jauh dari orangtua, jauh dari tempat-tempat yang mungkin sebelumnya pernah membuatnya terkesan. 

Saya jadi teringat, salah satu teman saya ketika SMA terpaksa harus pindah dari kostnya karena kamar kost yang ditempatinya bersebelahan dengan kandang ayam. Yah, dengan terpaksa, sebab perlakuan bapak dan ibu pemilik kost tersebut sangat baik sekali kepadanya, berbeda dengan pemilik kost ditempat yang baru setelah ia pindah. Tetapi itu semua sudah merupakan keputusannya, dan mungkin ketika ia tetap bertahan ditempat yang lama ia juga akan merasakan ketidaknyaman, dan lebih daripada itu bisa saja ia akan sering bolak-balik ke rumah sakit demi mencegah terjangkitnya virus flu burung. That is sacrifice.

Saya sendiri juga mengalaminya, seperti dalam waktu ini, saya harus pindah tempat kost ke kost yang baru, karena fakultas tempat saya kuliah dialihkan ketempat yang lain. Artinya mau tidak mau perpindahan itu mengharuskan saya berpisah dengan para senioran saya ketika dikost lama, yang mungkin selama saya tinggal disana banyak kenangan yang saya rasakan. Akhirnya, Kita tidak akan pernah tau, setiap perpindahan yang kita lakukan apakah membawa kita kepada keadaan yang lebih baik, lebih menyenangkan atau malah sebaliknya.

Tapi kembali seperti yang dituliskan radityadika, bahwa ‘Untuk melakukan pencapaian lebih, kita tidak bisa hanya bertahan ditempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang didapatkan tanpa melakukan perpindahan’. Yah, Saya rasa kata-kata yang dituliskan Radityadika sudah cukup jelas, dan semoga kata-kata ini dapat menginspirasi kalian semua, terlagi saya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar